08 July 2013

Ceramah Malam Bina Iman dan Taqwa - Session 2

Oleh : Ustadz Ahmad Mujahidin (Adin)

Tema: Perjalanan Hidup Manusia

            Nabi Ibrahim adalah salah satu nabi yang mendapat kemuliaan yang tinggi dari Allah Swt. Hingga nama beliau disebut dalam tahiyat shalat. Kisah pencarian tuhannya sungguh sangat heroik. Bagaimana tidak, disaat kaumnya menyembah batu dan benda-benda langit, Nabi Ibrahim menggunakan akalnya, bahwa yang mereka sembah salah dan tidak pantas disebut tuhan. Hingga akhirnya belau menemukan Allah SWT, tuhan semesta alam.

            Ada doa nabi Ibrahim yang perlu untuk kita simak.

“ Ya Allah limpahkan aku hikmah dan kumpulkan aku bersama orang-orang sholeh”

            Sering dalam hidup kita, dunia yang selalu menjadi harapan. Jarang panggilan Allah langsung dipenuhi, sedangkan panggilan dunia masya Allah, langsung tanpa basa basi. Apa yang kita harapkan selalu dunia. Saat sholat, pikiran terpecah oleh dunia, dan selesai sholat yang diminta pun juga dunia. Memang meminta dunia tidak salah, karena Allahlah tempat kita memohon.

Allah berfirman :
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ  
Artinya : “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS.Al Ashr: 1-3)

            Hal diatas merupakan firman Allah agar manusia tidak merugi hidup di dunia. Selain itu, mengapa dengan orang-orang shaleh? Kenapa harus bersama mereka ? Jawabannya adalah agar kita senantiasa dekat kepada Allah. Zaman dahulu ada sahabat nabi bernama Hanzaulah yang dipanggil berperang padahal saat itu dia baru selesai menikah. Setelah dia izin kepada istrinya, dia pun memenuhi panggilan Allah tersebut. Dan akhirnya dia syahid.

            Sebelum meninggal Hanzaulah bertanya “Apakah aku akan masuk surga?.“Sudah pasti tentu“ Jawab Abu Bakar. “Tapi aku merasa munafiq”. “kenapa?” Tanya Abu Bakar. “Karena saat aku berkumpul bersama kalian, seolah-olah aku sedang melihat syurga di depanku, dan ketika aku sendiri, aku tidak bisa menjaga nama Allah tetap dipikiranku, dan aku melihat dunia kembali”. ”sesun.gguhnya kami pun begitu” jawab sahabat

            Subhanallah, sahabat saja merasa diri mereka kurang mengingat Allah, apalagi dengan kita saat ini. Untuk itu, berkumpul bersama orang sholeh akan membuat kita mengingat Allah lebih banyak dan menjadikan kita menjadi lebih kaffah menjadi seorang muslim.

Selanjutnya doa Nabi Ibrahim :

“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian”

Dengan mengajak kepada kebaikan, maka bukanlah keburukan yang akan orang kenang selepas kita meninggal. Contoh untuk saat ini adalah Alm Ust Jeffri Al-Bukhory. Setelah beliau wafat, bagaimana orang mengenang beliau karena ajakannya melalui dakwah.

“Dan jadikanlah aku orang yang mewarisi surga”

Dengan mengikuti perintah Allah, sudah pasti surga akan dapat kita capai. Akan tetapi, ada satu hal yang dapat menarik manusia menikmati surga yakni anak yang sholeh. Orang tua saat mereka sudah disurga akan dipanggil lagi oleh Allah SWT bila anak mereka ternyata menjadi anak yang tidak tahu agama dan selalu mengingkari Allah SWT karena orang tua mereka tidak mengajarkan hal tersebut. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi muslim yang baik agar nantinya selain kita mendapat ridha Allah, orang tua kita pun tidak bersusah mengikuti anaknya di dalam neraka.

            Perjalanan Hidup Manusia

Alam ruhàAlam kandungan àAlam Dunia àAlam kubur(Barzakh) àAlam akhirat à Surga?? / Neraka??
            Cukup panjang perjalanan hidup manusia, dan sekarang kita berada di pertengahan jalan yang merupakan penentu kediaman terakhir yakni An-nur (syurga) atau An-naar ( neraka).

Bila dianalogikan dengan tes, alam dunia adalah alam dengan ujian berat. Saat kita lulus mengikuti ujiannya, maka masa depan di alam yang abadi(akhirat) akan dijamin penuh dengan kesenangan, begitu sebaliknya bila gagal. Tidak ada ujian ulang atau remidi dari Allah SWT, akan tetapi Allah SWT mengijinkan kita untuk openbook lewat Al-Quran dan Al-hadits. Selama kita berpedoman pada kedua hal itu, maka manusia tidak akan tersesat.

Ceramah Malam Bina Iman dan Taqwa - Session 1


Oleh Ust Zainuddin Sulaiman

Allah berfirman :

$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Arßtã ×ûüÎ7B ÇËÉÑÈ  
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Qs. Al-Baqarah:208)

            Menjadi seorang islam yang kaffah sudah menjadi kewajiban kita sebagai kaum muslimin. Amalkan ajaran Islam secara keseluruhan dari yang kecil hingga yang besar. Yang kecil contonya saat kita berada di kamar madi, hingga hal-hal yang besar yakni kemashlahatan umat. Suatu ketika seorang Yahudi heran dengan Abu Dzar karena beliau mengamalkan ajaran Islam hingga hal yang kecil-kecil sekalipun. Yahudi tersebut berpendapat, apakah tidak memusingkan karena segalanya penuh tata cara dan peraturan yang harus diikuti.

            Abu Dzar mencawab dengan tenang, bahwa itulah Islam. Islam tidak hanya melulu tentang shalat saja. Agama ini sangat kompleks dan menyeluruh dan dapat disebut juga dengan Islam Integral. Segalanya diatur agar tercipta kebaikan baik itu untuk pribadi muslim sendiri, manusia lain, hingga lingkungannya.

            Beliau berwasiat, praja sebagai calon aparatur negara hendaknya teruslah membenahi diri agar menjadi muslim yang kaffah. Hal ini, penting agar nantinya saat menjabat dapat menjadi pemimpin yang amanah dan dicintai Allah Swt. Sering dilihat di media, banyak sekali pejabat yang tersangkut pada masalah akibat kurangnya rasa iman. Kasusnya itu-itu saja, yakni harta, tahta, dan wanita. Memang tiga hal tersebut adalah jurus ampus Syaithan.

            Semoga kita semua dapat menjadi muslim yang selalu memperbaiki diri dan mengingat-Nya.


Bazis Edisi 2 - Pembagian Sembako dan Gotong Royong

Assalamualaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin.

Pada kesempatan kali ini, Bazis Letter kembali melaporkan mengenai kegiatan Bhakti Sosial  Badan Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat. Kegiatan bantuan sosial ini merupakan kegiatan yang kedua, dengan lokasi di Desa Teruai Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Pemberian Bantuan dari Praja IPDN Kampus NTB
Sebelum kegiatan, lewat publikasi yang dilakukan oleh tim, Alhamdulillah berhasil di gapai dana sebesar RP.10.546.600,00 Dari target awal RP.10.000.000,00. Dana yang dihimpun berasal dari berbagi sumber, baik kalangan praja sendiri terutama donatur tetap yang ikhlas memberikan 10% uang saku tiap bulannya maupun Civitas Kampus IPDN NTB dan juga dari kalangan umum diluar Civitas Akademika IPDN NTB.

Hasil pengumpulan tersebut dibelanjakan dalam bentuk barang berupa beras, minyak goreng, gula, susu kaleng, mi instan, buku tulis, dan plastik pembungkus. Semuanya dikemas dalam paket yang berbeda yang diperuntukkan bagi warga jompo dan anak yatim piatu. Paket untuk orang jompo berisi 2,5 kilo beras, satu kilo gula, satu kilo minyak goreng, dan tiga buah mi instan. Sedangkan untuk anak yatim piatu, paket berisi susu kaleng, buku tulis, dan beras 2,5 kilo. Masing masing paket berjumlah 132 buah untuk para manula dan 76 buah untuk anak yatim.

03 June 2013

Sang Penakluk Konstantinopel - Sultan Muhammad Al-Fatih

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Apa kabar sahabat muslimin dan muslimah sekalian? semoga selalu dalam keadaan sehat wal a'fiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT amin ya robbal alamin. Baiklah tanpa berbasa-basi lagi, kali ini CRM akan berbagi kisah kepahlawanan yang sekiranya dapat menggetarkan hati, menyentuh sanubari, membangkitkan semangat islami dan menambah rasa kecintaan dan kebanggaan kita terhadap agama rahmatan lil alamin ini. Oke, untuk mempersingkat waktu, mari kita simak bahasan kali ini.

Sahabaku, kita telah mengetahui banyak pahlawan di negeri ini, seperti Ki Hajar Dewantara yang bergelar pahlawan pendidikan, ada Jend. Ahmad Yani yang bergelar pahlawan revolusi, dan masih banyak lagi pahlawan di bangsa kita tercinta ini. Mereka berjuang mempertaruhkan waktu dan hidupnya demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini.

Sayangnya, kisah-kisah pahlawan pada zaman dahulu semakin lama semakin terlupakan. Tergantikan dengan pahlawan-pahlawan super dari bangsa barat seperti Superman, Spiderman, Wonder Woman, Fantastic Four dan masih banyak lagi pahlawan-pahlawan super yang dikenalkan bangsa barat, mereka membuat film-film pahlawan super dengan efek yang memukau para penontonnya, sehingga yang menonton itu merasa terkesima dan kagum terhadap pahlawan super yang dikenalkan bangsa barat, padahal pahlawan yang dikenalkan bangsa barat itu hanyalah khayalan semata, sedangkan pahlawan yang sebenarnya dilupakan.

Sahabat masih ingat Muhammad Al Fatih? Jika lupa, penulis akan menceritakan kembali, siapa Muhammad Al Fatih itu? Apakah dia bisa terbang seperti Superman? Apakah dia bisa berubah menjadi elastis seperti Fantastic Four? Apakah dia bisa bergelantungan di gedug-gedung tinggi seperti Spiderman?




 Muhammad Al Fatih adalah khalifah yang berhasil merebut dan menaklukan kota Konstantinopel (sekarang Instanbul, ibukota negara Turki) yang menjadi kekuasaan kerajaan Romawi. Beliau adalah keturunan dari Sultah Murad II, seorang pemimpin dari kerajan Turki Utsmani (Ottoman). Sejak kecil, beliau telah diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan oleh ilmuwan dan para ulama, seperti taktik dan seni perang, matematika, Al Quran, fiqih, hadits, bahasa dan sastra Arab, dan berbagai pengetahuan lainnya, salah satu ulama yang mengajari beliau adalah Syaikh Syamsuddin, yang merupakan keturunan dari sahabat Nabi Muhammad S.A.W, yaitu Sayyidina Abu Bakar As Siddiq.

02 June 2013

Ketidakadilan Berfikir dan Bertanya

Khutbah Jum'at, 24 Mei 2013

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kaum muslimin rahimakumullah

Khatib disini akan menyampaikan tentang ketidakadilan berfikir dan bertanya dalam penerapan hukum islam.

Banyak kalangan, ketika berbicara tentang Islam, apalagi tentang syari’ah dan formalisasinya untuk diterapkan di negara ini mereka bersikap subjektif & kontradiktif dengan logika berpikir yang  mereka adopsi. Diantara  pemikiran dan pertanyaan tersebut bernada miring antara lain:

Total Pageviews