![]() |
| Bersantai Setelah Gotong Royong di Masjid |
10 July 2013
08 July 2013
Tentang Sholat
Tentang
Sholat
Assalamualaikum Wr.Wb.
Bagaimana kabar antum sekalian ? kiranya pasti
Alhamdulillah dan luar biasa karena antum sekalian bisa membaca artikel yang
CRM persembahkan kali ini.
Hari Senin yang lalu yaitu pada tanggal 3 Juni 2013,
seperti biasanya IPDN Kampus NTB melaksanakan kegiatan rutin mingguan yakni
kerohanian bagi praja muslim. Pada kesempatan kali ini, Ust. Zainuddin Sulaiman
dari Ikadi menjadi narasumber Fiqih yakni masalah sholat.
Beliau mengatakan, bahwa sholat adalah kewajiban yang
tidak boleh ditinggalkan karena menjadi kunci dari semua ibadah. Ada beberapa
fungsi shalat yang bisa kita lihat selain sebagai bentuk penghambaan kepada
Allah SWT, yaitu :
Mengenal Lebih Dekat Umat Rasulullah SAW Saat Ini
Resume Kerohanian Malam
Kamis (23 Mei 2013)
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Apakah ciri dari umat
Nabi Muhammad SAW? Jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat dalam Surat
Al-Fath ayat 29 yang artinya:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan
dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan
keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,
yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya;
tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Maksud dari ayat di
atas adalah bahwa sejatinya ciri umat Islam itu adalah bersikap tegas pada kaum
kafir, dan tidak lemah ketika harus berhadapan dengan mereka dalam hal aqidah
dan syari’at, namun disamping itu kita tetap menjaga kerukunan dan toleransi
dengan mereka dalam hal pergaulan sehari-hari. Itulah ketetapan dari Allah
tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dan bergaul di tengah kemajemukan
yang ada di dalam masyarakat.
Bermaknanya MABIT dalam Meningkatkan Iman dan Islam Praja
Assalamualaikum
Warahamtullahi Wabarakatuh
Sabtu
malam tanggal 1 Juni 2013 menjadi malam bertambahnya derajat praja di mata
Allah karena pada malam tersebut, tepatnya pukul 21.30 WITA, telah dilaksanakan
Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang Insya Allah menjadi suatu kegiatan yang
mendapat barakah dari Allah. Tema dari kegiatan MABIT kali ini yaitu “Renungan Untuk Makna Dan Tujuan Hidup Yang
Sesungguhnya”.
Kegiatan
MABIT tersebut diselenggarakan tidak hanya bagi praja yang aktif dalam
organisasi Kerohanian Islam (Rohis) tetapi dapat pula diikuti oleh praja muslim
lainnya. Adapun yang berpartisipasi yaitu Nindya Praja sebanyak 38 orang,
Nindya Wanita Praja sebanyak 13 orang, Madya Praja sebanyak 31 orang dan Madya Wanita
Praja sebanyak 22 orang.
Kegiatan
yang dimulai pada
Kegiatan Malam Nisfu Sya'ban
Mengisi Pergantian Buku Amal dengan
Bertasbih
Minggu,
23 Juni 2013, menjadi momentum yang bersejarah bagi umat muslim di seluruh
dunia, tak terkecuali di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Nusa
Tenggara Barat. Tepatnya pukul 19.30 WITA, kegiatan dalam rangka memperingati
Lailatul Nisfu Sya’ban dimulai dengan melaksanakan shalat isya berjamaah yang
dipimpin oleh NP Nabil Wijdan Al Hamdani. Selesai shalat isya, jamaah
dipersilahkan menjalankan shalat sunnah lailatul nisfu sya’ban sebanyak dua
rakaat yang dilaksanakan sendiri-sendiri. Nisfu sya’ban merupakan malam terjadi
pergantian buku amal manusia dengan ditutupnya buku amal pada tahun yang lalu
untuk diganti dengan buku amal baru tahun berikutnya. Selesai mengerjakan
shalat sunnah lailatul nisfu sya’ban, kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih
50 praja putra dan 18 praja putri tersebut dilanjutkan dengan melaksanakan
shalat sunnah tasbih sebanyak 4 rakaat 2 kali salam. Dalam pelaksanaan shalat
tasbih yang dipimpin oleh NP Syahrizani tersebut, dibaca tasbih ‘Subhanallah walhamdulillahi walaa illaa ha
illallah wallahu akbar’ sebanyak 10 kali pada setiap gerakan shalat yang
dibaca setelah selesai membaca bacaan shalat dan ditutup dengan membaca ‘walaa haula walaa quuwata illa billahil
aliiyil adzim’, kecuali pada posisi berdiri dilakukan dengan membaca 15
kali tasbih, sehingga total tasbih yang dibaca sebanyak 300 kali tasbih. Subhanallah. Selanjutnya shalat tasbih
ditutup dengan pelaksanaan shalat witir 3 rakaat 1 kali salam.
Kegiatan
tidak berhenti sampai disitu. Setelah shalat tasbih selesai dikerjakan,
kegiatan dilanjutkan dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali yang dipimpin
oleh NP Fauzan Hidayat. Pembacaan surat Yasin yang pertama diniatkan agar
diberikan umur panjang yang barakah oleh Allah SWT sehingga dapat senantiasa
menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Selanjutnya, pembacaan surat Yasin yang
kedua diniatkan agar Allah SWT memberikan rezeki yang halal yang dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan yang terakhir,
pembacaan surat Yasin diniatkan agar jamaah praja yang hadir pada kegiatan
lailatul nisfu sya’ban tersebut diberikan khuznul khatimah dan meninggal dalam
keadaan Islam dan beriman. Kegiatan yang dilaksanakan di mushola ?? ditutup dengan pembacaan doa. Alhamdulillah kegiatan lailatul nisfu
sya’ban yang selesai pada pukul 21.15 WITA tersebut dapat dilaksanakan dengan
penuh khidmat. Nindya praja yang mengikuti kegiatan pun terlihat antusias
dengan jumlah peserta yang mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2012.
Semoga kegiatan tersebut mendapatkan ridho dari Allah SWT dan doa yang
dipanjatkan dapat diijabahi oleh Allah SWT. Dan juga, kegiatan yang penuh
barakah ini dapat senantiasa dilaksanakan rutin oleh praja setiap tahunnya. Amin amin amin ya rabbal alamin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
